Tidurnya Orang Puasa adalah Ibadah? Sebuah Hadits Lemah yang Populer
27 Aug 2009
“Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah”. Kalimat ini (atau variasi redaksinya yang semakna) begitu populer bagi umat muslim di Indonesia [atau mungkin di dunia?] saat datangnya bulan Ramadhan. Sebagian besar dari mereka meyakini bahwa kalimat tersebut berasal dari hadits yang shahih (benar/kuat) karena beranggapan tidur bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang dilarang atau hal-hal dapat membatalkan/mengurangi nilai ibadah puasa. Apakah anda termasuk orang yang meyakini hal ini juga?
Mari kita simak dahulu keterangan dari id.Wikipedia.org tentang tidur:
Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda tanda kehidupan seperti kesadaran, puls, dan frekuensi pernapasan mengalami perubahan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik juga saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggappun berkurang. Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai postdormitium. Didalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai somnologie.
Manusia menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur. Kita perlu hal ini, tetapi tak satupun yang tahu pasti apa gunanya tidur secara ilmiah. Artikel ini akan memberikan sedikit gambaran tentang aspek dari tidur tersebut mulai dari prosess fisiologis, selanjutnya patologis ( gangguan tidur ) dan teori tidur serta mimpi.
Masya Allah! Ternyata (menurut Wikipedia ID), manusia menghabiskan sepertiga waktu hidup dengan tidur, atau kalau dihitung kasar, manusia tidur hingga 8 jam per hari. Kalau sudah begini, apa yang terjadi? Tentu saja tidak banyak amal kebaikan yang dapat dilakukan oleh orang yang mengisi waktunya hanya dengan tidur karena kehilangan banyak kesempatan beramal. Dengan demikian, banyak tidur justru akan mengurangi hikmah yang disyariatkan pada tuntutan berpuasa yaitu untuk berjihad melawan hawa nafsu.
Dan ternyata hadits-hadits yang menyatakan bahwa tidurnya orang puasa merupakan ibadah (terdapat lebih dari 1 hadits/riwayat hadits ini) adalah hadits dhoif (lemah/tidak dapat dipercaya).
Referensi:
- Hadits “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” terdapat dalam kitab “Ihya Ulumuddin” oleh Imam Ghazali. Namun Al-Iroqi mengatakan bahwa beliau meriwayatkan dalam “Amalii Ibn Mundah” dari riwayat Ibnu Mughiroh Al-Qowas dari Abdullah bin Umar dengan sanad lemah (dhoif).
Sumber :
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hadist-tentang-tidurnya-orang-puasa-adalah-ibadah.htm- Adalah Al-Imam Al-Baihaqi yang menuliskan lafadz itu di dalam kitabnya, Asy-Syu””ab Al-Iman. Lalu dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya, Al-Jamiush-Shaghir, seraya menyebutkan bahwa status hadits ini dhaif (lemah). Namun status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti justru dikritik oleh para muhaddits yang lain. Menurut kebanyakan mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif teteapi sudah sampai derajat hadits maudhu”” (palsu).
Sumber :
http://mediaislam.myblogrepublika.com/tidurnya-orang-puasa-adalah-ibadah-hadits-palsu/- Karena di sanadnya ada Yahya bin Abdullah bin Zujaaj dan Muhammad bin Harun bin Muhammad bin Bakkar bin Hilal. Kedua orang ini gelap keadaannnya karena kita tidak jumpai keterangan tentang keduanya di kitab-kitab Jarh wat-Ta’dil (yaitu kitab yang menerangkan cacat/cela dan pujian tiap-tiap rawi (periwayat) hadits). Selain itu di sanad hadits ini juga ada Hasyim bin Abi Hurairah al-Himsi seorang rawi yang Majhul (tidak dikenal keadaannya dirinya). Sebagaimana diterangkan Imam Dzahabi di kitabnya Mizanul I’tidal, dan Imam ‘Uqail berkata : Munkarul Hadits !!
Sumber :
http://id.ahlussunnah.info/fiqih/ibadah/puasa/beberapa-hadits-lemah-tentang-keutamaan-puasa
Oleh karena itu, marilah kita mengurangi tidur selama bulan puasa. Lebih baik waktu digunakan untuk memperbanyak shalat sunnah, tadarus, berzakat-infaq-shodaqoh, belajar ilmu yang bermanfaat, bekerja menjemput rezeki agar puasa semakin bermakna dan bermanfaat.
Topik Populer yang Berkaitan dengan Artikel Ini
tidur adalah ibadah - Tidurnya orang berpuasa - hadits tidurnya orang puasa - tidurnya orang berpuasa adalah ibadah - HADIST tentang ibadah - hadist tidur ibadah - tidur orang puasa - tidur orang puasa adalah ibadah - tidurnya orang puasa adalah ibadah - tidurnya orang puasa - HADITS TENTANG IBADAH - hadits tentang tidur - tidur orang puasa ibadah - hadits tidur adalah ibadah - tidurnya orang puasa ibadah - hadist tentang puasa - Tidurnya orang berpuasa itu ibadah - orang berpuasa - tidur ibadah puasa - teori tidur -