Tips Migrasi Hosting Web

13 Jan 2010

Hampir seharian ini saya habiskan waktu online saya untuk migrasi tempat hosting. blog Pemrograman dan Internet ini saya pindahkan dari penyedia layanan hosting mancanegara (berlogo buaya, hosting dapat gratis dari teman kuliah), menuju ke sebuah penyedia layanan hosting Indonesia (yang homepage situsnya populer dengan banyak gambar hantu).

Ada beberapa hal yang membuat saya agak tobat dan mungkin perlu dicatat jika ingin berpindah/migrasi web hosting. Untuk kali ini saya batasi sedikit pembahasannya yang berhubungan dengan instalasi WordPress.

Berikut saya coba list berbagai tips yang perlu diperhatikan ketika ingin migrasi hosting:

  • Masalah 1: Versi WordPress lama
    Saya terpaksa mengunggah sendiri script WordPress 2.9.1. Lhoh kok diupload? bukannya hosting baru sudah ada cPanel & Fantastico? Ya, memang ada, sayangnya Fantastico-nya cuma ada WP 2.8.6, saya tanya ke provider kenapa belum upgrade, katanya memang dari Fantasticonya begitu.
    Solusi: Upload sendiri. Poin pentingnya adalah, jika kita ingin blog kita langsung diakses pada root situs (contoh: http://tegar.web.id/ ) dan bukan pada folder di bawahnya (misal : http://tegar.web.id/blog/) maka sebaiknya file script yang kita unduh dari Wordpress.org diekstrak dulu di komputer lokal, kemudian dizip lagi namun langsung pada isi folder “wordpress”. File baru ini yang harus diupload, sehingga tidak perlu memindahkan isi foldernya saat sudah diekstrak di server.
  • Masalah 2: DNS Propagation / DNS Resolve
    Perubahan Nameserver biasanya menimbulkan masalah DNS Propagation, yaitu proses penyegaran cache pada ISP koneksi internet.
    Hal ini juga saya alami setelah mengubah Name server melalui website PANDI, saya melakukan network ping berulang-ulang ke alamat domain tegar.web.id untuk memastikan (setidaknya) sudah berganti IP Address, namun ternyata butuh waktu yang agak lama bagi DNS TelkomSpeedy untuk mengenali Nameserver baru. Meski penggantian Nameserver sudah berhasil, namun tetap saja terkadang saya membuka hosting lama saya.
    Solusi: Pakai webproxy. Apalagi yang bisa dilakukan sambil menunggu resolve DNS lancar? Saya menginstalasi WordPress menggunakan salah satu webproxy yaitu hidemyass.com.
  • Masalah 3: Plugin backup
    Karena tool export WordPress 2.8.6 ternyata tidak ikut mem-backup setting plugins, maka perlu dilakukan backup manual.
    Solusi: dalam hal ini ya harus minta tolong yang punya hosting.
  • Twitter
  • Facebook
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati Favorites
  • Reddit
  • Yahoo Buzz
  • Google Reader
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Google Gmail
  • Yahoo Mail
  • LiveJournal
  • LinkedIn
  • PrintFriendly
  • Posterous
  • WordPress
  • Share/Bookmark

Artikel terkait



blank